Home / Uncategorized / Murid Kelas 6 SD Tewas Setela Berkelahi Dengan Wiswa Kelas 5 SD Ciapus 2

Murid Kelas 6 SD Tewas Setela Berkelahi Dengan Wiswa Kelas 5 SD Ciapus 2

Murid Kelas 6 SD Tewas Setela Berkelahi Dengan Wiswa Kelas 5 SD Ciapus 2 – Murid kelas enam SD Mekarjaya Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, AM (11) , tewas sehabis berkelahi dengan kawan sepantarannya. Pelakunya didapati bernama AR (11) , siswa kelas lima SD Ciapus 2.

” Kami beroleh info dari kawan-kawan korban, apabila AM tewas sehabis berkelahi dengan AR, ” ungkap Kapolsek Banjaran Kompol Susi Rachmi, Sabtu (25/11/2017) .

Dia mengemukakan, insiden perkelahian itu diperkirakan berjalan lebih kurang jam 09. 00 WIB atau selagi proses lomba senam dalam rencana Hari Guru yg berjalan di Kompleks SDN Ciapus 2 Banjaran. ” Waktu acara perlombaan, mereka berkelahi di lega sekolah yg tdk terpantau dikarenakan letaknya ada dibawah, ” tangkisnya.

Korban yg sebagai warga Kampung Cibaribis RT01/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, segera di kebumikan di TPU Punclut, Banjaran. Sesaat pemeran warga Kampung Batunumpuk, RT02/02, Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, telah diamankan.

Kabid Humas Polda Ja-bar Kombes Pol Yusri Yunus mengemukakan, perkelahian yg membuat wafat dunia itu bermula selagi tim sepak bola korban AM serta pemeran AR dapat bermain bola di lega belakang SMK PGRI. Mendadak AR hampiri AM serta menantang buat berkelahi.

Korban menjelaskan tdk berani bahkan juga pernah mohon maaf pada pemeran. Dapat tapi pernyataan korban tdk di tanggapi oleh pemeran yg selanjutnya memukul korban ke area ulu hatinya. Bukan cuma itu pemeran selanjutnya menendang kemaluan korban serta kembali memukul kearah ulu hati sampai korban tersuruk.

” Sehabis tersuruk dada korban ditekan oleh lutut pemeran serta kembali memukul area leher korban jumlah 3 kali, ” jelas Yusri.

Selagi itu, kawan korban yg bernama Kendi (11) , pernah melerai sampai pada akhirnya pemeran pergi. Selanjutnya kawan yang lain memberikan laporan momen itu pada guru mereka yg segera membawa korban ke Puskesmas Nambo. ” Selagi dalam perjalanan itu nyawa korban tdk tertolong serta wafat dunia, ” tuturnya.

Dari hasil pengecekan, lanjut Yusri, motif pemeran melaksanakan penganiayaan pada korban merupakan dikarenakan diawalnya korban mengendarai motor sembari meraung-raungkan nada knalpot. Hal semacam tersebut yg bikin pemeran emosi jadi waktu bersua di lapangan bola pemeran segera mengajak berkelahi.

” Atas peristiwa ini segala pihak telah disatuka. Pihak keluarga korban menampik dijalankan autopsi serta berpikiran peristiwa ini musibah serta bakalan tidak menuntut, ” tandasnya.

About admin