Ma’ruf Cahyono Mengutaran Haluan Negara Buat Perbaikan Metode Pembangunan

Ma’ruf Cahyono Mengutaran Haluan Negara Buat Perbaikan Metode Pembangunan – Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono mengutarakan utamanya haluan negara buat melakukan perbaikan metode rencana pembangunan nasional. Menurut dia, haluan negara jadi tuntunan menjadi kiblat pembangunan semua penyelenggara negara.

” Di situlah (waktu ada haluan negara) Indonesia menjadi suatu bangsa yang besar punyai target-target perolehan pembangunan yang dapat diakselerasi sebab semua penyelenggara negara punyai konsentrasi yang sama, ” kata Ma’ruf dalam info tercatat, Kamis (6/12/2018) .

Dalam suatu acara talkshow di salah satunya stasiun tv swasta, Ma’ruf memaparkan, MPR telah mengupas pemikiran buat mendatangkan kembali haluan negara (Garis-Garis Besar Haluan Negara) . Salah satunya pertimbangannya yaitu bila tak ada haluan negara, pembangunan akan berjalan dengan parsial serta tak berkaitan.

Utamanya haluan negara, menurut Ma’ruf, jadi tuntunan serta kiblat rencana pembangunan yang mempunyai obyek perolehan pembangunan.

” Kalaupun telah ada guideline di tingkat nasional, serta guideline ini adalah hasil persetujuan semuanya rakyat. Karena itu haluan negara itu jadi petunjuk untuk rencana serta implementasi pembangunan di daerah, ” jelas Ma’ruf.

Dia memberikan, dengan referensi itu, pembangunan yang dikerjakan telah mempunyai kerangka yang pasti buat keperluan nasional keseluruhannya, bukan keperluan daerah, sektoral, atau yang lain.

” Karenanya kita memang seharusnya selekasnya mengatur metode rencana pembangunan nasional itu, ” katanya.

Oleh karenanya, pimpinan MPR periode 2009-2014 keluarkan referensi buat kerjakan reformulasi metode rencana pembangunan nasional mode GBHN hingga MPR periode 2014-2019 menjalankan referensi itu.

” Reformulasi metode rencana pembangunan nasional mode GBHN butuh kajian-kajian sertakan beberapa pihak, seperti inspirasi orang, instansi penyelenggara, serta dunia universitas (perguruan tinggi) , ” terangnya

Penataan haluan negara, lanjut Ma’ruf, tetap berproses di MPR. Proses itu juga tidak ringan, bila dimasukkan ke UUD sebab memerlukan pergantian (amendemen) UUD yang memerlukan persyaratan-persyaratan khusus.

” Tetapi yang lebih terpenting yaitu ada konsensus diantara stakeholder. Bila konsensus terwujud akan membantu bagian seterusnya, ” ujarnya.

Dia pun menilainya haluan negara mesti bisa menyimpan beberapa dimensi strategis bangsa. Tidak hanya berkenaan manajemen rencana pembangunan nasional, tetapi pun berkenaan segi ideologi, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan seterusnya garis besarnya.

” Dalam penyusunannya, haluan negara mesti bisa merepresentasikan kehendak semuanya perwakilan orang. Semua mesti terwakili, ” tegasnya.