Home / berita umum / Dengan Membawa Sajam, Lima Suporter Persebaya Bikin Ulah di Kota Blitar

Dengan Membawa Sajam, Lima Suporter Persebaya Bikin Ulah di Kota Blitar

Dengan Membawa Sajam, Lima Suporter Persebaya Bikin Ulah di Kota Blitar – Lima supporter Persebaya membuat tingkah di Kota Blitar. Dengan membawa senjata tajam, mereka menganiaya serta merebut beberapa barang punya dua korbannya, sama-sama supporter Persebaya. Satu aktor sukses tertangkap polisi, empat yang lain melarikan diri.

Ke lima aktor ialah anak-anak dibawah usia. Mereka terdiri empat lelaki serta satu wanita. Satu masyarakat Kediri, empat yang lain adalah masyarakat asli Surabaya. Sedang dua korban yang supporter, adalah masyarakat Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.

Tindakan kriminil ini, berlangsung selesai laga bola Final Piala Suratin di Stadion Supriyadi Kota Blitar, Sabtu (9/2/2019) jam 19.30 wib. Waktu itu team Persebaya menantang Persepan Pandeglang.

Selesai laga, korban Faisal (15) serta Arga (15) sudah sempat nongkrong dalam suatu warung kopi. Tempatnya di muka pintu selatan stadion, samping barat gedung. Selesai ngopi, mereka berjalan akan pulang. Lantas berjumpa ke lima aktor.

“Tidak diduga satu diantara mereka katakan, lapo kok sawangane tidak enak ngono (mengapa memandangnya kok tidak enak begitu). Saya jawab, perasaan saya tidak melirik mas. Selalu mereka memukuli saya serta Arga,” saya Faisal di muka polisi.

Sesudah senang memukuli korbannya, dengan intimidasi senjata tajam aktor merebut dua HP, uang tunai Rp 55 ribu serta dua kaos jersey Persebaya yang dipakai korban.

“Korban melapor ke Mapolres Blitar Minggu (10/2/2019) pagi hari serta petugas sukses tangkap satu aktor yang masih tetap ada di tempat peristiwa,” kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar dalam rilisnya di mapolresta, Senin (11/2/2019).

Dalam penangkapan itu, satu aktor berinisial MS (15) masyarakat Perak Surabaya sukses diamankan. Sedang aktor seseorang wanita serta tiga lelaki yang lain melarikan diri. Polisi pun mengamankan sebilah pisau dapur yang dipakai aktor meneror korbannya.

“Empat aktor lainnya kami keluarkan DPO, semoga bisa selekasnya tertangkap,” tegas Adewira.

Pada aktor, polisi akan mengaplikasikan masalah 170 KUHP atau 368 serta UU Darurat No 12 tahun 1951 mengenai kekerasan pada anak. Intimidasi optimal 15 tahun penjara.

About admin