Home / Uncategorized / Bakar Naga Tanda Akhir Dari Festival Cap Go Meh

Bakar Naga Tanda Akhir Dari Festival Cap Go Meh

PONTIANAK – Ritual pembakaran tiruan naga di Komplek Yayasan Pemakaman Bhakti Suci Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya akhiri perayaan Imlek serta Cap Go Meh th. 2018 di Kota Pontianak, Kalimantan barat.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2018, Sugioto waktu dihubungi di Pontianak, Sabtu (3/3/2018) , menyebutkan, tiruan naga yang melakukan ritual pembakaran yaitu naga yang pada perayaan Cap Go Meh sudah melakukan ritual ” buka mata ” pada hari ke-13 Imlek di satu kelenteng.

Ia menerangkan, sebelumnya ritual bakar naga, naga yang juga akan dibakar itu terlebih dulu melakukan ritual tutup mata di kelenteng paling dekat.

” Ritual bakar naga diakui jadi fasilitas untuk kirim mahluk kayangan itu ke negerinya, yakni di langit sebelumnya setelah di panggil serta merasuki tiruan naga, waktu dikerjakan ritual ‘buka mata’ yang diikuti dengan tinta merah pada mata naga itu oleh seseorang dukun, ” kata Sugioto.

Menurutnya, karna makhluk dari kayangan itu terlebih dulu di panggil, jadi sesudah usai Cap Go Meh mereka juga di kirim sekali lagi ke kayangan lewat cara tiruan naga itu dibakar.

Menurutnya, ritual bakar naga itu dikerjakan dengan bergiliran, yaitu satu persatu tiruan naga dari sebagian yayasan pemadam kebakaran serta kelenteng ditempatkan di ruangan terbuka yang sudah disediakan terlebih dulu dengan tempat melingkar baru lalu dibakar.

Menurut keyakinan, warga Tionghoa, abu sisa pembakaran tiruan naga itu diakui dapat berguna mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan.

Umumnya abu sisa pembakaran naga itu disimpan ditempat sembahyang dengan keinginan dapat menghadirkan kebajikan serta menampik keburukan.

Sugioto memberikan, dari data yang ada ada sejumlah 21 tiruan naga yang lakukan ritual bakar naga di Komplek Yayasan Pemakaman Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, diluar itu ada pula yang lakukan ritual ditempat yang lain.

About admin