Home / berita umum / 65 Kontainer Limbah B3 Ada Di Dalam Kapal

65 Kontainer Limbah B3 Ada Di Dalam Kapal

65 Kontainer Limbah B3 Ada Di Dalam Kapal – Team paduan dari Kementerian Sektor Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam serta Kantor Service Umum Bea Cukai Batam menyambung penyidikan atas 65 container yang dikira mempunyai kandungan kotoran Bahan Beresiko serta Beracun (B3) di Pelabuhan Bongkar Muat, Batu Ampar, Batam, Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) .

” Bila (65 container yang berada di) Batam akan di penyidikan minggu ini. Saya belum dapat kasih keterangan, ” kata Direktur Jenderal Pengendalian Kotoran, Sampah, serta Bahan Beracun Beresiko (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati, Minggu (16/5) seperti dilansir dari Di antara.

Disamping itu pada Jumat (14/6) , KLHK bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea serta Cukai Kementerian Keuangan lakukan reekspor lima container scrap kertas sisa yang berisi kotoran punya PT AS ke Amerika Serikat pada Jumat (14/6) .

Kabiro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi tempo hari menyampaikan selesai pemuatan serta kriteria pelayaran dipenuhi, Kapal Zim Dalian yang bawa lima container itu selekasnya bergerak dari Surabaya ke AS.

Penerapan pemuatan container ke kapal untuk reekspor itu, menurutnya, udah diawali mulai sejak Kamis (13/6) serta pada Jumat (14/6) semua container itu udah ada dalam kapal.

Berdasar pada Pemberitahuan Import Barang (PIB) serta izin yang dipunyai PT AS jadi importir produsen kotoran Non-B3 berbentuk kertas dari Kementerian Perdagangan selayaknya cuma bisa menampung scrap kertas dengan situasi bersih tak terkontaminasi kotoran B3 serta tak tercampur sampah.

Awal teridentifikasinya container yang terhenti ini merupakan keraguan dari faksi Ditjen Bea serta Cukai hingga container masuk ke pelabuhan, karena itu diarahkan ke jalan merah, yang bermakna membutuhkan pengecekan lanjut.

Dalam pengecekan bersama-sama KLHK, nyatanya pada lima container itu diketemukan impuritas atau kotoran yang lain, atau sampah misalnya sepatu, kayu, popok, kain, paket makanan minuman serta beberapa keran plastik dalam banyaknya yang lumayan besar.

Penataan pelanggaran pada masuknya sampah ke lokasi Indonesia sudah dirapikan lewat Undang Undang Nomer 18 Tahun 2008 mengenai Pengendalian Sampah, dan penataan larangan masuknya kotoran B3 dirapikan lewat Undang Undang Nomer 32 tahun 2009 mengenai Perlindungan serta Pengendalian Lingkungan Hidup.

Penataan perpindahan lintas batas kotoran lewat cara internasional pun sudah dirapikan lewat Konvensi Basel yang sudah diratifikasi Indonesia lewat ketentuan Presiden Nomer 61 Tahun 1993, dimana vokal point dari konvensi Basel itu merupakan Dirjen Pengendalian Kotoran, Sampah, serta Bahan Beracun Beresiko (PLSB3) KLHK.

Diluar itu, penerapan reekspor kotoran ilegal ini sesuai pengakuan Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan Siti Nurbaya pada Senin (10/6) dimana Indonesia bakal lakukan reekspor sampah plastik yang masuk lewat cara ilegal.

” Sampah yang masuk ke Indonesia, yang ada plastik itu, pastinya tak legal. Serta secara prinsip ketetapannya ada, dengan demikian kita bakal lakukan reekspor, ” kata Siti waktu itu.

Menurutnya, masuknya sampah-sampah plastik lewat cara ilegal ke Indonesia memang bukan baru pertama berlangsung. Pada 2015-2016, Indonesia juga pernah lakukan reekspor beberapa puluh container.

” Kiat-kiatnya (reekspor) bisa dilaksanakan. Ini hari bakal dirapatkan pada tingkat Dirjen. Pastinya kita bakal rapat dengan Bea Cukai, Menko Ekuin (Menteri Koordinator Sektor Perekonomian) serta (Menteri) Perdagangan, ” papar Siti.

About penulis77