Tudingan Team Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Kepada Jokowi

Tudingan Team Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Kepada Jokowi¬† – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan banyak pihak yang menggunakan moment pilihan politik untuk bikin keadaan jadi ‘panas’. Team Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebutkan malah Jokowi-lah sebagai ‘kompor’ yang memanaskan keadaan waktu ini.

Masalah ini bermula dari pengakuan Jokowi kala berkata terkait ‘panasnya’ keadaan negara pada tahun politik ini. Ia menjelaskan semestinya warga dilewatkan tentukan pilihan politik semasing tiada dipanas-panasi.

” Kita ini saudara sebangsa serta setanah air. Janganlah lupakan itu. Ini lantaran banyak kompor, lantaran dipanas-panasi, dikompor-kompori, jadi panas semua, ” kata Jokowi dihadapan warga tradisi Komering Raya, Sumsel, di Griya Agung, Kota Palembang, Minggu (25/11/2018) .

Pengakuan Jokowi disikapi oleh juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. Dia menuding malah Jokowi-lah sebagai kompor lantaran, terakhir, calon presiden no urut 01 itu acapkali membuat pengakuan frontal, seperti ‘politik genderuwo’, ‘politikus sontoloyo’, serta ‘ingin menabok penebar hoaks PKI’.

” Ini mencengangkan, jika selalu jelas dalam sejumlah minggu ini yang membuat keadaan politik panas itu Pak Jokowi. Pak Jokowi-lah yang membuat kompor waktu ini hingga politik jadi panas serta gaduh, ” tutur Andre pada wartawan, Senin (26/11) .

” Pak Jokowi keluarkan diksi-diksi yang benar-benar kontradiktif serta menimbulkan keadaan jadi panas, semisalnya ‘sontoloyo’, ‘genderuwo’, bahkan juga ‘tabok’. Beberapa kata paling akhir ini membuat warga risau, pemilu yang riang senang, jujur-adil, serta bermartabat lantaran Presiden Pak Jokowi menjadi kepala negara pengin nabok orang, ” paparnya.

Anggota Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin berikan pembelaan. Inas Nasrullah Zubir menjelaskan Pemilihan presiden 2019 ini memang berasa panas lantaran Jokowi kembali menantang Prabowo Subianto, hingga ada dendam kesumat dari pihak lawan yang ditundukkan pada Pemilihan presiden 2014.

” Dalam Pemilihan presiden 2019 ini memang berasa cukuplah panas, khususnya lantaran hadirnya lawan Pak Jokowi yang sempat nyungsep di Pemilihan presiden 2014, yang pastinya tinggalkan perasaan jengkel, ingin tahu, serta sebal yang benar-benar mengagumkan, kan? Atau lewat kata berbeda dendam kesumat, begitu lo! ” kata Inas pada wartawan, Senin (26/11) .

Orang politik Hanura itu lantas minta lawan politik Jokowi gak kembali jadi ‘kompor’ yang memanasi keadaan politik di Indonesia. Inas terus menilai team Prabowo tidak untuk membuat beberapa langkah blunder yang dapat membuat ‘meleduk’ calon presiden nomer urut 02 itu.

” Nah, beberapa cara yang tdk sehat seperti berikut yang namanya kompor, yang membuat keadaan bertambah panas. Awas, jangan lantas kompor sendiri meleduk, ya! Mungkin saja sebelum Pemilihan presiden 2019 malahan nyungsep kedua kalinya, ” ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut berikan komentar. Meskipun mengatakan termasuk juga ‘kompor’ di kontestasi politik waktu ini, dia menyebutkan kompor paling besar berada pada Jokowi.

” Sesungguhnya saya megang ‘kompor’ juga. Saya ngatur jika kembali dingin, saya panasin. Jika kembali rada panas, saya ademin. Kan begitu saja pegang ‘kompor’. Jadi Pak Jokowi yaitu pemegang sumbu kompor yang terbesar. Jadi ya sadari itu, janganlah gak diakui, ” tutur Fahri.

PDIP gak pengin mengambil pusing atas sangkaan team Prabowo-Sandiaga. Akan tetapi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan perlawanan dengan memperingatkan bagaimana team Prabowo-Sandiaga ikut jadi ‘kompor’ dalam masalah hoaks Ratna Sarumpaet.

Hasto mengatakan pengakuan Jokowi dikatakan untuk memperingatkan bahaya bab hoaks. Dia terus mengambil pengakuan Hanum Rais bab luka-luka di muka Ratna yang lalu selanjutnya didapati adalah sisa operasi bedah plastik.

” Jadi beliau menjadi presiden memperingatkan biar pemimpin itu berhati-hati dalam berkata, senang memanas-manasi. Itu ikut masalah Ratna Sarumpaet, itu kan kompor, gunakan menjelaskan, ‘Saya menjadi dokter saya dapat memilah manakah operasi plastik, manakah itu yang namanya dianiaya. ‘ Itu kan kompor, ” tegas Hasto di Sleman, Yogyakarta, Senin (26/11) .