Home / indonesia / Ratu Atut Di Vonis 8 Tahun Kurungan Penjara

Ratu Atut Di Vonis 8 Tahun Kurungan Penjara

Ratu Atut Di Vonis 8 Tahun Kurungan Penjara – Bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dituntut delapan th. penjara. Atut dinilai dapat dibuktikan laksanakan korupsi dengan mengatur sistem pengadaan alat kesehatan di Tempat tinggal Sakit referensi Banten.

” Menuntut delapan th. pejara serta denda Rp250 juta subsider enam bln. kurungan, ” kata Jaksa KPK waktu membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Juni 2017.

Atut juga dituntut pidana penambahan, yaitu membayar duit pengganti sebesar Rp3, 8 miliar. Uang pengganti ini adalah duit yang didapat Ratu Atut dalam perkara korupsi itu.

Dalam pertimbangannya, jaksa menilainya perbuatan Atut jadi petinggi negara tidak mensupport usaha pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Atut juga dinilai ikut serta nikmati serta terima duit dan sarana yang diperoleh dari hasil korupsi.

Diluar itu, yang memberatkan Atut yaitu bekas Gubernur Banten itu adalah narapidana dalam masalah korupsi lain. Jaksa juga menilainya Atut dapat dibuktikan merugikan negara sebesar Rp79, 7 miliar dalam pengadaan alat kesehatan di Propinsi Banten.

Dalam surat dakwaan, Ratu Atut sepanjang jadi Plt Gubernur pada periode 2007-2012 serta Gubernur periode 2012-2017 mengangkat serta memberhentikan beberap kepala dinas Pemprov Banten. Kepala dinas yang diangkat disuruhi prinsip kesetiaan.

Mereka yang diangkat dipaksa menyetor duit utk kebutuhan Atut. Seperti memohon fulus dari Kepala Dinas Kesehatan Djaja Buddy Suhardja yang dilantik pada Februari 2006 sebesar Rp100 juta.

Atut juga memohon duit pada Hudaya Latuconsina sekitar sebesar Rp150 juta. Hudaya diangkat serta dilantik Atut jadi Kadis Perindustrian serta Perdagangan pada 2008 serta jadi Kadis Pendidikan pada Januari 2012.

Diluar itu Atut juga menagih duit dari Kadis Sumber Daya Air Iing Suwargi (dilantik Januari 2011) serta Kadis Bina Marga serta Tata Ruangan Sutadi (dilantik Agustus 2008), semasing Rp125 juta rupiah. Uang itu didapat dengan meneror tiap-tiap kadis itu.

About admin