Home / berita umum / Polisi Tangkap Pemuda yang Dituding Sebarkan Ujaran Kebencian di Medsos

Polisi Tangkap Pemuda yang Dituding Sebarkan Ujaran Kebencian di Medsos

Polisi Tangkap Pemuda yang Dituding Sebarkan Ujaran Kebencian di Medsos – Polisi tangkap pemuda inisial HN (27) yang ditunjuk sebarkan ajaran kedengkian dengan mengupload tulisan dipandang mengejek polisi lewat sosial media (sosmed). Diakuinya murka pada polisi yang menilang sepeda motornya.

Masyarakat Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, itu diputuskan menjadi terduga serta terancam hukuman penjara saat empat tahun. Terungkapnya masalah itu berawal waktu Team Patroli Siber Polda Jawa barat temukan account Facebook punya terduga yang mengupload photo polisi mengadakan Operasi Zebra 2018.

HN memberi info photo itu yang dalamnya dipandang polisi adalah ajaran kedengkian. Polisi memandang tulisan HN berkalimat kasar serta tidak sopan. Personil Satreskrim Polres Ciamis berjalan menelusuri kehadiran HN.

“Kami membuka masalah tindak pidana siapa saja tiada hak menyengaja sebarkan info elektronik pencemaran nama baik serta penghinaan,” tutur Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolres Ciamis, Senin (5/11/2018).

Pada penyidik, HN mengakui mengupload ajaran kedengkian itu sebab jengkel pada polisi. Karena dia sudah sempat ditilang polisi waktu Operasi Zebra di lokasi Banjarsari, Ciamis, Kamis (1/11).

“Waktu ditilang, memang ia tidak miliki SIM serta tidak memakai helm. Lantas siangnya dia bikin posting ajaran kedengkian. Kami telah pengaturan dengan saksi paka bahasa, itu (tulisan HN) ajaran penghinaan,” tuturnya.

Menurut Bismo, ajaran kedengkian itu punya potensi negatif, hingga memerlukan pengusutan. Dia menyarankan pada penduduk tidak untuk meluapkan ajaran kedengkian serta hasutan di sosmed.

Polisi mengambil alih tanda bukti berbentuk tiga lembar salinan tangkapan monitor Facebook serta satu telephone genggam yang dipakai HN menulis ajaran kedengkian itu.

Terduga diganjar Masalah 27 ayat 3 jo Masalah 45 ayat 3 UU Nomer 19 Tahun 2016 mengenai Info serta Transaksi Elektronik yang intimidasi pidananya empat tahun penjara serta atau denda Rp 760 juta. HN tidak ditahan, tetapi ia mesti harus lapor.

HN menyesali tindakannya. Motif mengejek polisi sebab ia jengkel terkena tilang.

“Saya tidak ada tujuan apa-apa. Cuma jengkel saja, saya emosi sebab ditilang polisi,” kata HN singkat.

About admin