Kemenkes Tegaskan Tak Akan Ada Penarikan Biaya Kesehatan Bagi Korban Tsunami

Kemenkes Tegaskan Tak Akan Ada Penarikan Biaya Kesehatan Bagi Korban Tsunami – Kepala Sub Direktorat Layanan Urgent Darurat Terpadu Kementerian Kesehatan, dr. Budi Sylvana, mengatakan kalau layanan pada korban petaka tsunami Selat Sunda di Banten serta Lampung tak kan ditarik ongkos alias gratis.

” Yg penting dipahami semuanya perlakuan gempa ini tanggungan negara. Tak ada bayaran individu tak ada betul-betul, ” ujarnya, kala dijumpai, di celah kunjungan ke Rest Ruangan 207A, Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (29/12) .

Oleh sebab itu tiap-tiap pelayanan kesehatan yg di terima warga tak kan ditarik ongkos. Dikarenakan, udah di tanggung oleh negara.

” Tak bisa dong. Semuanya perlakuan gempa ini gratis untuk rakyat. Ini tanggung jawab negara, ” paparnya.

Berkenaan ada isyarat penarikan ongkos kesehatan oleh Rumah Sakit Umum Dr Drajat Prawiranegara, sebagai rumah sakit daerah Kabupaten Serang, Budi mengemukakan, pihaknya udah mengkonfirmasi perihal itu, serta pihak rumah sakit menjelaskan tak menarik pungutan.

” Tak benar itu. Udah ada klarifikasi dari Direktur RSUD Serang. Tak ada. Itu tak benar. Kita konfirmasi ke Serang. Serta kuitansi itu bukan kuitansi dari rumah sakit Serang, “

Dan berkenaan ada pengumpulan bukti-bukti dari pihak kepolisian, Budi malas berikan komentarnya. ” Bila itu saya tidak mengerti itu. Namun yang pasti dari negara, dari Kemenkes tak ada pungutan begitu, ” katanya.

Budi memberi tambahan, sekarang pihaknya tengah mengerjakan beragam usaha pemulihan di area yg terdampak tsunami Selat Sunda. ” Maka dari itu kebersihan lingkungan kita intervensi. Mesti dibuat bersih dahulu biar penyakit ikut-ikutan tidak ada. Mungkin seperti diare, ISPA, ” jelasnya.