Home / berita umum / KBRI Di Phonom Penh Mengadakan Silaturahmi Dan Buka Bersama

KBRI Di Phonom Penh Mengadakan Silaturahmi Dan Buka Bersama

KBRI Di Phonom Penh Mengadakan Silaturahmi Dan Buka Bersama – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja mengadakan acara bersilahturahmi serta buka puasa dengan beberapa tokoh Islam Kamboja.

” Jalinan Indonesia serta Kamboja begitu erat, bahkan juga telah tersambung jauh terlebih pada saat dinasti Syailendra dari kerajaan Mataram Antik serta dimulainya kerajaan Khmer atau Angkor, lalu pada saat penebaran agama Islam, beberapa ulama terlebih Wali Songo masih tetap keturunan suku Cham yang menempati lokasi Viet Nam tengah serta selatan, dan Kamboja, ” kata Sudirman Haseng, Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Kamboja, ketika mengadakan acara bersilahturahmi serta buka puasa dengan beberapa tokoh Islam Kamboja di Wisma Duta Besar.

” Karenanya, saya menginginkan dengan jalinan historis yang begitu dekat ini, orang-orang Indonesia serta Kamboja bisa selalu bekerja bersama tingkatkan people-to-people kontaks, terlebih untuk umat Islam ke-2 negara, dengan lakukan rangkaian kesibukan dengan, ” paparnya.

Dalam launching pers KBRI Phnom Penh yang di terima detikcom, Sabtu (2/6/2018), dijelaskan kalau acara itu di hadiri sekitaran 40 tokoh Muslim Kamboja, yakni Presiden Mufti Kamboja bersama jajarannya, dan beberapa petinggi tinggi Kamboja dari kelompok sipil serta militer, dan entrepreneur, salah satunya Zakaryya Adam (Advisor to the Prime Minister), Othsman Hasan (Advisor to the Prime Minister), Chhay Vanna (Senator), serta Sos Mousine (Wakil Menteri Agama).

Mengenai maksud dari diselenggarakannya pertemuan itu yakni untuk merajut bersilahturahmi dan lakukan follow up berkaitan kunjungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke sebagian negara ASEAN termasuk juga Kamboja, untuk membuat perhimpunan Da’i serumpun di ASEAN, dan usaha KBRI Phnom Penh untuk membuat kerja sama pada orang-orang Indonesia serta Kamboja, satu diantaranya mempererat kerja sama juga dengan umat Islam Kamboja, yang jika dikilas balik, mempunyai ikatan kekeluargaan yang cukup erat.

Mengingat tokoh-tokoh Muslim Kamboja yang ada dalam pertemuan itu semasing memegang jabatan yang perlu di bagiannya semasing, Dubes RI menginginkan untuk dapat juga mensupport misi serta aktivitas perwakilan Republik Indonesia di Phnom Penh, dalam rencana tingkatkan kerja sama ke-2 negara, bukan sekedar di bagian agama, namun juga di bagian politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kerja sama militer, kepolisian serta yang lain.

Support itu sangkanya bisa direalisasikan, terlebih pada th. 2019 dimana Indonesia serta Kamboja rayakan jalinan diplomatik yang ke 60, hingga peranan serta support tokoh-tokoh Muslim Kamboja begitu dibutuhkan manfaat mensukseskan beragam rangkaian aktivitas yang juga akan diadakan di Kamboja serta Indonesia. Hal semacam ini juga untuk tingkatkan kerja sama pada Republik Indonesia dengan Kerajaan Kamboja yang sudah terwujud dengan di beberapa bidang pada saat mendatang.

Jumlah masyarakat beragama Islam di Kamboja pada sekarang ini diprediksikan sebesar 5% – 7% dari keseluruhan masyarakat Kamboja, namum pemerintah Kamboja keluarkan data statistik yang dengan mengestimasi jumlah populasi Muslim di Kamboja sebesar 2%, dimana 95% masyarakat beragama Budha (Theravada serta Mahayana), serta sekitaran 3% beragama Kristen, Katholik, serta Hindu. Biasanya penganut agama Islam di Kamboja beberapa besar dari suku Cham yang sudah menempati banyak wilayah di Kamboja pada th. 1832, sesudah kerajaan Champa yang dengan lokasi ada di Viet Nam tengah serta selatan, dikalahkan oleh kerajaan Viet Nam.

Dalam perubahannya, masyarakat Muslim di Kamboja pada saat rezim Khmer Merah yang di pimpin oleh Pol Pot alami beragam bentuk penyiksaan dengan menangkap serta membunuh beberapa besar orang-orang Muslim Kamboja, dan lakukan larangan juga akan beragam aktivitas keagamaan serta perkumpulan. Hal semacam ini juga berlaku pada semua masyarakat beragama di Kamboja. Sekarang ini, Kerajaan Kamboja serta Pemerintah Kamboja mensupport perubahan serta pembinaan agama Islam di Kamboja, dan memberi hak-hak seperti etnis sebagian besar Kamboja, yakni Khmer untuk berpolitik praktis serta diambil jadi anggota senat ataupun menempati jabatan tinggi di tingkat eksekutif.

About admin